Pernah mendengar tragedi bangunan runtuh di Sampoong Department Store di Seoul, Korea Selatan? Kejadian tersebut merupakan kegagalan sipil terbesar dimana sebuah bangunan dapat runtuh dalam waktu kurang dari 20 detik. Sebuah bangunan dapat runtuh disebabkan oleh berbagai hal. Seperti yang dikatakan dosen PRD saya, kegagalan suatu rancangan atau desain disebabkan oleh rangkaian kegagalan dan tidak mungkin hanya satu saja.
Tragedi ini terjadi pada 29 Juni 1995, sudah cukup lama kejadian ini. Tepatnya bangunan ini runtuh pada 17.52 waktu setempat. 502 orang tewas dan 937 lainnya mengalami luka berat. Sungguh mengenaskan bukan kejadian seperti itu dengan memakan banyak korban jiwa yang berada dalam mall itu? Lalu, apakah penyebabnya? Kenapa ini terjadi?
Seorang ahli sipil, Professor Lan Chung menginvestigasi hal tersebut. Hipotesa awal dari runtuhnya bangunan tersebut adalah serangan bom teroris atau korea utara. Memang saat itu sedang maraknya terjadi kebakaran gedung yang disebabkan oleh kebocoran gas. Namun jika dilihat dari bekas reruntuhan, pola reruntuhan tidaklah terlihat seperti hal tersebut bekas pengeboman. Maka, ahli sipil tersebut menduga kemungkinan terakhir : kegagalan bangunan.
Saat dilihat cetak awal desain, terlihat tidak ada masalah satupun. Namun ketika ia melihat cetak biru lainnya, ia sedikit tercengang. Dikutip dari http://manajemenproyekindonesia.com/?p=1190, terdapat beberapa kesalahan konstruksi. Diantaranya
- Pondasi dibangun bukan di tanah yang rata
- Kualitas beton di bawah standar
- Diameter penyangga gedung harusnya 80 cm namun terpasangnya hanya 60 cm.
- Gedung tersebut hanya dikonstruksikan untuk memuat 4 lantai. Sang manager gedung tersebut menginginkan lantai kelima untuk dibangun. Arsitek yang bekerja sudah menduga dan mengkhawatirkan akan kekokohan gedung tersebut. Bukannya mengindahkan dan mengkhawatirkan hal tersebut, sang manager memecat arsitek tersebut. Alasannya agar dengan lima lantai, profit dapat bertambah. Lantai lima akan diisi dengan arena rollerskate. Sang manager berubah pikiran lagi dan mengalihkannya menjadi 8 buah tempat makan.
- Kerangka besi pada lantai diinstal 10 cm dari permukaan yang seharusnya 5 cm dari permukaan lantai.
Gedung itu sudah berdiri selama nyaris 6 tahun. Jika selama ini konstruksinya separah itu, mengapa baru runtuh pada 29 Juli 1995? Pasti terdapat pemicunya. Sekitar dua tahun sebelum tragedi mengenaskan tersebut, pada lantai teratas terdapat relokasi mesin mesin pengatur suhu. Terdapat satu kesalahan fatal : mesin mesin tersebut dipindahkan bukan dengan cara professional, melainkan dengan diseret. Bayangkan jika sebuah mesin dengan massa setengah ton menekan penopang bangunan yang juga tidak terkonstruksi dengan benar. Maka penopang tersebut akan menjadi tidak kokoh, dan tepat pada 29 Juli 1995 bangunan tersebut rubuh begitu saja hingga rata dengan tanah. Di balik semua alasan saintis para engineers, terdapat sebuah permasalahan politik dengan terungkapnya korupsi besar-besaran di dalam tubuh perusahaan Sampoong.
Ibaratkan bahwa saya seorang pimpinan dari perusahaan Sampoong tersebut. Memang tak bisa dipungkiri bahwa Korea Selatan harus menekan biaya untuk memajukan perekonomian. Namun seandainya haruslah menekan biaya, maka bukan berarti safety procedure haruslah diabaikan. Paling tidak bangunan yang akan dibuat tidak perlu semegah dan terlalu rakus akan income profit.
Sebagai seorang professional engineers, ada beberapa etiket kerja yang harus dipegang kukuh untuk menjamin beberapa aspek dalam pra, proses, dan pasca pembangunan sekalipun saya tidak terlibat langsung pada pembangunan. Jika saya menjadi pimpinan dari perusahaan tersebut, keputusan yang akan diambil atas rentetan masalah tersebut adalah :
Demikianlah post kali ini tentang etiket kerja. Sekalipun post ini dibuat untuk menyelesaikan tugas PRD, saya dapat berpikir kritis atas apa yang terjadi dan bagaimana seharusnya seorang engineer bertindak.
Sedikit bonus dari situs Youtube tentang kronologi tragedi Sampoong Department Store
Ibaratkan bahwa saya seorang pimpinan dari perusahaan Sampoong tersebut. Memang tak bisa dipungkiri bahwa Korea Selatan harus menekan biaya untuk memajukan perekonomian. Namun seandainya haruslah menekan biaya, maka bukan berarti safety procedure haruslah diabaikan. Paling tidak bangunan yang akan dibuat tidak perlu semegah dan terlalu rakus akan income profit.
Sebagai seorang professional engineers, ada beberapa etiket kerja yang harus dipegang kukuh untuk menjamin beberapa aspek dalam pra, proses, dan pasca pembangunan sekalipun saya tidak terlibat langsung pada pembangunan. Jika saya menjadi pimpinan dari perusahaan tersebut, keputusan yang akan diambil atas rentetan masalah tersebut adalah :
Demikianlah post kali ini tentang etiket kerja. Sekalipun post ini dibuat untuk menyelesaikan tugas PRD, saya dapat berpikir kritis atas apa yang terjadi dan bagaimana seharusnya seorang engineer bertindak.
Sedikit bonus dari situs Youtube tentang kronologi tragedi Sampoong Department Store


Tidak ada komentar:
Posting Komentar